Saturday, July 20, 2013

Dumb & Happy

So I had an insight that people tend to be happy if (and/or when) they are dumb.

Why ?

Because being happy requires a peaceful state of mind. Something that is awfully expensive for smart people.

Yap !

Berdamai dengan pikiran itu sulit bagi orang cerdas karena kecendurangannya untuk memikirkan berbagai hal. Karena mau tidak mau, suka tidak suka, disengaja atau tidak orang cerdas itu selalu mengalami loncatan-loncatan pemikiran. 

Di sisi lain, orang cerdas itu cenderung sulit menerima segala sesuatu begitu saja. padahal salah satu kunci utama kebahagiaan adalah bersyukur. Orang cerdas sulit bersyukur karena cenderung melihat celah (kebodohan) yang tidak disadari atau sengaja diacuhkan oleh orang bodoh. Celah-celah yang menuntut untuk diselesaikan dan diperbaiki. Keinginan untuk terus memperbaiki inilah yang akhirnya membuat orang cerdas sulit bersyukur.

Well it might be a lot judgmental. But if you smart and you think about it, I'm sure you'll understand.

Here, let me help you with a little example.

Dalam kondisi when atau ketika. Contoh kasusnya ada pada saat orang sedang mabuk. Biarpun saya belum pernah mabuk, tapi saya tahu kalo orang sedang mabuk, akan menjadi bodoh. Tolol bahkan. Tapi orang mabuk tertawa, tersenyum, dan itu adalah bukti kalau mereka bahagia.

Dalam kondisi if atau jika. Ini berarti orang itu memang bodoh. Contohnya ada pada kelompok Jackass.Saya yakin kalian pernah lihat, kalau belum, lihatlah agar mengerti. Seperi namanya jackass yang artinya tolol, kelompok ini secara sadar melakukan tindakan-tindakan tolol. Tapi betapapun mereka kesakitan akibat aksi tolol mereka, mereka selalu tertawa. Dan terus mengeksplor diri untuk berbuat lebih tolol. Kenapa ? Karena (selain dibayar) itu membuat mereka bahagia. 

Yah, mungkin contoh jackass agak sedikit arguable karena bahkan sebagian dari diri saya menganggap mereka jenius untuk bisa memikirkan aksi tolol mereka.

Anyways,
Let's just talk about smart people. In which as opposed to dumb people, is miserable.

Balik lagi, orang cerdas cenderung miserable karena sulit untuk menikmati banyak hal akibat kecerdasan mereka sendiri. Misalkan saja, dalam usaha menikmati tayangan di televisi. Orang cerdas akan sangat sulit menemukan tayangan yang pas karena kebanyakan tayang di televise secara vulgar memamerkan cacat tayangannya sendiri.

Misalnya saja acara musik yang tanpa ragu-ragu secara rutin menampilkan pertunjukan lipsync,  ftv dan sinetron dengan logika penceritaan serta make-up dan set yang dibuat asal-asalan, tayangan komedi yang menjual bullying sebagai sajian penggugah tawa, infotainment yang terus menerus mengeksploitasi privasi seseorang, hingga tayangan berita yang sering menunjukan aksi badut para politisi.

Saya ga pernah bisa mengerti, apakah orang-orang yang terlibat dalam acara tersebut ga menyadari kebodohan – kebodohan yang mereka buat ? atau apakah kebutuhan mereka akan uang dan rating sudah bener-bener membuta tulikan mereka akan fakta-fakta tersebut ?

Bagi kebanyakan orang, fakta-fakta tersebut mungkin hanya berakhir sebatas pengetahuan. Sudah tahu, tapi yasudah. Mau gimana lagi. Dan kemudian tidak mempedulikannya.

“Life has to go on, worrying about every single mistakes will just make your life miserable.”

Dalam kondisi seperti ini, kebanyakan orang lebih memilih untuk masa bodoh. And that makes them dumb, and happy at the same time.

Kalau kalian sudah menonton film habibie dan ainun, di bagian akhir-akhir dari film tersebut kalian seharusnya ingat adegan dimana habibie tidak bisa tidur karena memikirkan negaranya. Bukan hanya karena dia memilih untuk bangun dan mencari solusi, tapi juga karena dia akan sangat sulit untuk bisa tidur, sementara begitu banyak masalah dikepalanya yang harus diselesaikan, pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab, puzzle-puzzle yang harus dikerjakan hingga terbentuk satu gambar besar yang tersusun rapi.

Yap ! hal lain yang membuat hidup orang cerdas itu miserable adalah susah tidur. Bukan karena insomnia, tapi karena tidak mampu berdamai dengan pikiran. Kalau kalian pikir tukang becak yang kalian temui sedang tidur nyenyak di becaknya yang terparkir anggun dibawah pohon rindang itu miserable, kalian (agak) salah.

Kenapa ? karena mereka beruntung, bisa tertidur dengan mengetahui bahwa anak istrinya dirumah sedang menunggu uang makan dirumah yang tagihan kontrakannya sudah menunggak 2 bulan, mereka beruntung bisa nyaman terlelap di bangku becaknya, dengan menyadari, bahwa hari esok dan lusa akan terulang kejadian yang sama.

“They make their self comfort at a place where they are not comfort. And that makes them dumb, and happy at the same time.”

Mau gimana lagi ? yaa bisa apa sih kita ? saya tuh cuma orang kecil. Kata-kata itu pasti sudah sering kita dengar.

Indonesia adalah Negara yang laur biasa dikaruniai oleh Tuhan secara sumber daya alam. Tapi mungkin tidak untuk sumber daya manusianya. Mungkin karena kita keturunan orang-orang yang hidup dijajah selama 350 tahun, secara genetik kita sudah berevolusi menjadi manusia-manusia yang nyaman dalam kondisi tidak nyaman. Itulah kenapa kebanyakan orang Indonesia bisa makan Iso , babat, dan brutu, dan bahkan menikmatinya.

Negara ini jelas-jelas bermasalah. Pemimpinnya sudah tidak jelas mana yang bisa dipercaya, sumber dayanya terus menerus dirusak secara gila, tata kota dan tata Negara yang semrawut, muskinya diteror aksi lisync dan wajh oriental yang berjoget dan bernyanyi dengan suara fals, dunia hiburannya dipenuhi oleh Artis yang terkenal lebih karena sensasi melainkan karyanya, dan  Pers yang memberi kita informasi perkembangan Negara setiap harinya sudah secara gambling memihak partai-partai dimana pemimpinnya berpolitik.

Berada di jalan yang macet dan penuh polusi atau berdesak-desakan di transportasi umum sudah menjadi rutinitas. Sama seperti demo anti kenaikan bbm, peningkatan upah buruh, dan menolak pemertintahan yang selalu berakhir ricuh. Sebagian besar orang hanya bisa pasrah, dan aksi terbesar yang mereka lakukan hanyalah mengeluh. Lalu kemudian beradaptasi menyesuaikan diri. Dan kemudian melanjutkan kehidupan mereka.

Yaa, mau gimana lagi ?

“People can’t live without any trouble, worrying about every single of it will only make you miserable.”

Move on ! adapt to every changes even if it’s way out of your comfort zone. gives no shit about your country, your past, or every single day after today. Stay dumb, and you’ll be happy.


(yeah right, *sigh)