Thursday, May 25, 2017

Ahok dan Megan Fox

2 Tahun penjara, 2 Sejoli, 2 Tahun sisa jabatan. Wait? Bukannya sisa jabatannya berakhir bulan oktober ini? Yes for him, but I’m talking about the other guy. Yep! In case you haven’t been able to put the two and two together, 2 tahun lagi akan ada pilpres, dan jika pemenjaraan ini berlanjut, guess who’s gonna come out as hero in two years? As someone who’s done absolution, yes, he’s the man of the hour. The one and only Ahok. My guess is he’ll reassemble with his true partner in crime, our dear President, Mr. Jokowi. Together they’ll fight for the next presidential election. Bro to Bro like that old times when they fought for Jakarta.

I know right, where’s this coming from? Super skenario konspirasi festival drama kancah perpolitikan bangsa dan negara ‘bet! Well, what can I say, I am both (self-acclaimed) Director and Architect, I’m no stranger to seeing the bigger picture, imagine the outcome of a full scenario or making one for that matters, and believe me guys, if anything, it’s just getting started.

Ibarat mata, Ahok ini Pupilnya. Item bulet ditengah. Sedangkan semua “aksi damai dan simpatik” baik yang pro maupun kontra, tulisan, update-an status, meme, kontroversi dan nasi bungkus yang beredar karenanya, ibarat Iris yang ribet, ruwet, dan mbuntet yang kemudian membentuk warna mata itu sendiri. Yows, Ahok pupil, sisane iris, Njuk Ngopo!?

Boosss… Mata Bos! M A T A. Iluminati! Mata, kontroversi, konspirasi, the all seeing Eye! Kesimpulannya ini semua bagian dari rencana iluminati! Dan nasi bungkus itu semua disponsori oleh kafir, yahudi, amerika! Booomm!! Mind blown!

Dari Mata turun Ke Hidung | Sumber

Buat yang belum tahu, itu namanya cocoklogi. Prinsip dasar yang dijadikan modal terbesar untuk pembuatan segala hoax dan penggiringan opini yang sayangnya sering dimakan mentah mentah sama mereka yang sudah terbutakan baik oleh cinta maupun benci terhadap sesuatu. Dalam kasus Ahok ini misalnya, prinsip ini jamak digunakan kanal kanal opini macem katakita, seword, jonru, yang sebenernya jelas keberpihakan dan kepentingannya. Kanal kanal yang sebenernya lagi cari duit, tapi kerap kali dipercaya dengan mudahnya, dishare, diamini, dilike dan diketik reg spasi. Bagi saya, kanal kanal kompor meleduk macam ini harusnya sudah ditinggalkan dari jaman nenek masih remaja dahulu, selayaknya juga sinetron dan semua drama drama india yang bikin otak alus mulus dan kencang seperti diolesi krim anti-aging. So the question is, why haven’t you?

Balik ke masalah Ahok dan penahanannya. Ada berbagai aksi “damai-simpatik” yang mengiringi perjalanannya, dari yang berjilid-jilid, bakar lilin, karangan bunga sampe nginep depan cipinang, semua ada. Pertanyaan saya, ngaruh ga sih? Saya pribadi gak paham apa sebenernya esensi dari semua aksi simbolik ini. Kabeh mung gawe rame tok, esensinya mbuh. Ujung-ujungnya saling nyinyir. Seriusan deh, ngabis-ngabisin sumber daya.

Buat yang pro Ahok, perjuangkan apa yang Ahok perjuangan. Anti Korupsi, birokrasi bersih, keadilan sosial, jangan sampe karena Ahok udah gak menjabat lagi, birokrasi yang udah mulai membaik jadi busuk lagi. Saya yakin yang anti Ahok juga pengen ini terjadi. Kecuali emang yang emang dasarnya bangke aja yang merayakan Ahok yang bukan lagi akan gak menjabat tapi lantas dibui supaya bisa bebas korupsi dan mager-mageran berbayar dan berfaslitas.

Buat yang anti Ahok dengan dasar dia sudah “menistakan/menodai Agama”, lakukan segala hal yang bisa bikin nama Agama jadi semakin baik. Buat orang percaya bahwa Islam yang kalian “bela” dalam berjilid-jilid aksi itu memang indah, damai, toleran, dan baik bukan hanya bagi pemeluknya, tapi buat seluruh alam semesta sesuai yang ditakdirkan padanya. Lagian apa sih frase Penodaan Agama ini? Agama apapun akan tetap agung akan tetap indah dan bersih betapapun orang apalagi yang gak mengerti akannya berusaha mencerca dan menjatuhkan keridibilitasnya. Kalo ada yang akan terpengaruh akan segala usaha menistakan ini, yaa Cuma penganutnya saja. Agama dan Tuhan akan tetap Agung. Di Islam sendiri sudah diajarkan ko, Allah akan tetap Agung dan Maha Segalanya meskipun semua orang berhenti sholat. 

True Love Knows no Difference

Saya sendiri gak percaya dengan Demo bela agama ini. Saya gak merasa terpanggil dan terwakili dan gak merasa Agama saya terbela dengan Demo yang dihiasi sama berbagai hal baik seperti bagi-bagi makanan buat para mujahid, sholat subuh berjamaah, tilawah, dzikir dan sholawat masal, tapi juga dinodai dengan spanduk-spanduk dan hujatan kasar dan asimpatik macam babi, bakar, bunuh, gantung dan segala rupanya. Jadi ketika kalian demo terkait kasus penistaan agama, yang sedang menista dan menodai agama kalian juga ada di demo itu. Dan kalian biarkan saja bukan? Padahal kalian ada di situ. Belum lagi kalo bicara jelas ada kelompok tertentu yang jelas menerima benefit dari aksi aksi ini melebihi umat Islam sendiri. Yaa kalian boleh denial, tapi faktanya memang ada. You just refuse to see, and when you do, you refuse to acknowledge.

Kemarin baru ada bom-bom yang mengatasnamakan Islam. Yang di kampong melayu, yang di konser Ariana Grande, dan yang mungkin udah jadi rutinitas di negara konflik macem Syiria. Buat saya, yang macam ini lebih melukai perasaan saya sebagai seorang muslim. Sama halnya juga buat orang-orang yang suka bubarin acara ini itu atas nama Islam, baik yang dibubarin acara agama lain, ataupun acara agama Islam, atau bahkan acara yang ga ada urusannya sama agama macam festival makanan yang kebetulan memang menu utamanya babi. Udah aja kalo gak makan babi yaudah gausah dateng. Kalo kalian curiga ini sebagai bentuk pendangkalan aqidah, yang perlu dicek yaa aqidah kalian. Gak ada ceritanya Islam ngajarin kekerasan. Dan definisi kekerasan gak sebatas berupa pemukulan, bom bunuh diri, penembakan, dan hal lain yang sifatnya physical, tapi juga kekerasan dalam bentuk verbal dan tulisan macem hate speech. Jadi kalo kalian mau melakukan hal yang sifatnya membela agama, pastiin dulu yang kalian lakukan gak melanggar ajaran agama itu sendiri.

Bagi saya, kalo memang mau membela agama, caranya lebih gampang. Jadilah pemeluk agama yang baik. Bagi diri sendiri dan bagi orang-orang disekitar. Mulai dari yang terdekat saja. Dan baik yang saya maksud lebih berarti ke bermanfaat dibanding baik as in, ramah tamah, tidak sombong dan rajin menabung. Kamu bisa kasih apa sih ke lingkungan tempat tinggal kamu? Ke kota kamu, ke negara kamu, ke bumi tempat kamu berpijak? Rahmat apa yang bisa kamu kasih? Bayangin deh, kalo setiap orang yang dateng demo nanem pohon satu aja, udah ratusan ribu pohon baru ketanem. Jadi oksigen. Jadi penyejuk. Jelas bermanfaat. Apalagi kalo berbuah. Atau lebih simple, patungan seribu. Udah jadi berapa banyak tuh uangnya? Bantu sodara sodara di pedalaman yang perlu jalan yang bagus, perlu jembatan, perlu sekolah yang atapnya gak bobrok. Esensial bukan? Timbang kalian demo dan malah bikin macet. Nyusahin orang lain.

Berlaku juga buat yang bakar lilin, itu sampah lilin siapa yang akhirnya beresin? Itu lilin kebakar jadi apa? Jadi asap tok. Bayangin kalo sumber daya untuk demo lilin ini dikumpulin aja buat danain riset bocah pohon kedondong. Atau buat bayar app developer atau hacker buat bikin aplikasi atau spyware control birokrasi biar lebih bersih seperti yang dicita-citakan Ahok. Esensial bukan? Mumpung masih musim hack-hack-an, udah aja atuh sisan.

Gantengers | Sumber

Kalo ada value dari Ahok yang bisa dicontoh baik oleh yang Pro maupun Anti, adalah dia orang yang praktikal. Dari apa yang saya lihat dia gak peduli dengan apa yang terlihat, dia gak percaya simbol simbol dan pesan moral yang terkandung di dalamnya, he believes in action, values and benefits that comes with it.

Sekali lagi saya tekankan, apa yang diperjuangkan Ahok utamanya adalah Anti Korupsi, Birokrasi Bersih dan Keadilan Sosial. Hal-hal baik yang saya yakin juga diinginkan baik bahkan oleh yang Anti padanya. Santer isu beredar bahwa sekarang negara sedang berusaha dipecah belah. Isu ini dan apa yang diperjuangkan oleh Ahok, adalah apa yang seharusnya menjadi concern kita bersama sekarang. Yang seharusnya menjadi lawan bagi anti ahok bukanlah orang yang pro ahok. Berlaku sebaliknya, musuh orang yang pro ahok bukanlah yang anti ahok. Musuh kita semua sama, orang yang sedang berusaha memecah belah bangsa, koruptor, birokrat yang malas dan oportunis, sinetron india, dan satu yang paling utama. Kebodohan! 

Practical Man is Batman

So let’s be smart guys! I know we can. Mari menjadi bangsa yang cerdas yang bisa membedakan mana kawan mana lawan, mana yang esensial dan mana yang hanya membuang buang energi, mana yang bisa membuat kehidupan yang lebih baik bagi sesama manusia beserta seluruh elemen alam semesta.

Tuhan menciptkan kita dengan segala perbedaan dan keberagaman bukan untuk saling hujat dan merasa lebih baik satu sama lain, tapi untuk saling belajar dan memperkaya diri kita menjadi lebih baik dari saling mempelajari perbedaan yang ada. Tuhan juga memberikan kita sebagai warga negara Indonesia alam semesta yang kaya beserta keindahan dan kedamaian yang menyertainya.  Tugas kita, menjaga dan melestarikannya.

Peace comes with a high price, and only together, we can afford it. Nama saya Hendro Prasetyo, saya seorang Muslim, saya warga negara Indonesia, atas nama keduanya, saya mengajak kita semua untuk menjadi lebih cerdas, lebih kritis, dan lebih legowo. Salam Damai! Hidup Megan Fox!

Thursday, January 26, 2017

Religiusitas Tanpa Batas

Puncak rindu paling dahsyat itu ketika dua orang tak saling telp/sms/bbm dll tapi diam-diam keduanya saling mendoakan
- Sujiwo Tejo


Hati-hati sekali saya mencari kutipan ini, karena saya ingat Sujiwo Tejo pernah bilang kalo mau ngutip dia harus sama persis sampe ke titik komanya. Saking hati-hatinya, saya sampe ngebiarin ada penggunaan elemen dll yang saya ga suka. Oya, FYI, Ryan Gosling dalam filmnya The Nice Guys juga menyatakan ketidak sukannya pada elemen ini. Yup! Buat yang belum tau, filmnya Ryan Gosling bukan cuma La La Land. Seandainya prinsip kehati-hatian ini juga diterapkan sesama netizen dimanapun berada, niscaya, laman facebook anda akan bebas hoax. Niscaya.





Facebook adalah benda menarik, sesuai homepagenya, facebook benar-benar bisa membuat orang-orang stay connected. Bahkan, tanpa harus stalking kaya jaman nenek masih remaja, dengan fitur baru yang gak baru-baru amat, kita sekarang bisa tau, benda-benda yang teman kita suka dan komentari di facebook. Di sinilah kemudian menjadi semakin menarik, dengan fitur ini, saya bisa lihat preferensi seseorang dari kemunculan artikel yang muncul di lini masa saya yang muncul karena ada yang nge-like. Dari yang kecintaannya pada suatu tokoh levelnya hardcore, sampe yang mendadak sangat religius, keduanya meskipun cenderung saling berkontradiksi, nyatanya punya satu kesamaan. Sama-sama suka terjebak di ruang nostalgia. Eh! Hoax maksudnya. Haha. Garing ya. Bodo amat.

Bahas hoax mah bikin cape doang, banyak tapi gak bikin puas kaya makan kuaci. Yang ada bibir jontor. Makanya, kali ini saya mau fokus aja sama perkara teman yang mendadak sangat religius. Atau terkesan sangat religius. Jujur aja, saya masih belum paham bedanya. Oya, kali ini saya mau membahasnya dari sudut pandang Islam saja. Agama saya, yang saya punya sedikit pemahaman atasnya.

Jika harus dibahasakan, pertanyaan yang lagi sering saya tanyakan sebagai seorang muslim adalah, Apakah puncak religiusitas itu terjadi ketika kita meyakini betul bahwa Islam adalah satu-satunya jalan yang benar dan menjalani semua ajaran baik yang wajib maupun yang Sunnah tanpa pertanyaan sedikitpun, atau ketika kita meyakini bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Tuhan, termasuk semua perbedaan, dan religiusitas itu adalah perkara hubungan seorang hamba dengan Tuhannya terlepas dari cara menghamba/berTuhan itu sendiri.

Jika harus bergerak bersama opsi yang pertama, maka saya harus menerima fakta bahwa akan banyak orang-orang baik dan berjasa yang akan lanjut dibakar di neraka selamanya (Saya mau bilang berakhir di neraka, tapi itu kontradiktif dengan kata selamanya). Yaa tentunya sebelumnya saya harus menerima dulu pernyataan bahwa surga dan neraka itu ada. Ini sungguh menggelisahkan, terutama karena saya meyakini betul bahwa Tuhan itu ada dan Dia seperti yang senantiasa saya ucapkan dalam basmallah adalah Dzat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Di sisi lain, rasanya juga tidak adil kalo memikirkan bahwa semua orang terlepas dari perbuatannya, akan lanjut berada di Surga, bayangkan orang tua yang membunuh anaknya, atau anak yang membunuh orang tuanya, atau para pedophile yang lanjut membunuh korbannya, atau yang paling dekat, para koruptor yang keserakahannya secara tidak langsung merugikan orang banyak. Mari sejenak lupakan mereka-mereka yang disangkakan penistaan agama, bukankah kategori manusia-manusia yang sebelumnya saya sebutkan lebih membahayakan dan menggelisahkan anda sebagai seorang manusia?

Di sinilah opsi kedua datang dan memberikan semacam efek penenang. Ibarat makan maicih, opsi kedua bagaikan es kelapa muda yang dicampur perasan jeruk nipis, gula, dan sedikit susu kental manis. Sejuk dan tenang. Mempercayai bahwa Tuhan adalah yang Maha Berkehendak dan semua yang terjadi adalah atas kehendak-Nya memiliki efek yang sama. Kalo kalian lihat apa yang terjadi Syria, ingatlah bahwa Tuhan mengkehendakinya untuk terjadi. Kalo kalian lihat apa yang terjadi pada kaum Rohingya, atau berbagai hal menggelisahkan yang terjadi di Indonesia yang bikin kalian entah mengelus dada, menggeleng-gelengkan kepala, atau sekedar menjadi gundah gulana, ingatlah, bahwa Tuhan mengkehendakinya untuk terjadi.




Tuhan punya caranya sendiri, yang kebanyakan dari kita gak akan bisa ngerti. Jalan terbaik bagi kita adalah menerimanya tanpa perasaan benci. Yaa, walaupun kalo mau dipikir, benci juga datangnya dari Tuhan yang mengkehendaki. Haha, lucu ga sih, kaya apapun yang kita lakukan tuh sebenernya adalah kehendak Tuhan, kita gak punya control meskipun seakan-akan kita punya control. Ibarat main game RPG, karakter bertarung, makan, jalan, ngobrol, semua karena kita yang gerakin. Kalo nginget-nginget malem-malem saya pengen martabak keju netto meskipun udah makan, yaa itu karena Tuhan mengekehendaki saya untuk pengen makan martabak keju netto. Habis itu Tuhan berkehendak saya merasa bersalah dengan perut yang semakin buncit lalu membuat saya pengen ngeGym. Hahahahaha! Bercanda alam semesta memang tiada duanya.

Okay, balik ke perkara teman yang mendadak sangat religius. Salah satu indikasinya adalah mereka cenderung nge-like dan nge-share berbagai postingan beraroma Islami, yang anehnya, gak jarang bikin mengernyitkan dahi. Mungkin karena level religiusitas saya masih newbie makanya saya gak bisa ngerti, mungkin juga karena mereka yang kurang berpikir dan tipe aliran like and share first, think later or never. Wah yoi juga nih bisa jadi catch phrase.



Saya ambil contoh satu, pernah ada postingan yang menyamakan he-who-must-not-be-named dengan Umar Bin Khatab. Saking herannya sama postingan ini, dahi saya mengernyit sampe alis kiri dan kanan kaya hampir nempel. I mean why? Salah satu cerita Umar yang paling saya ingat adalah ketika ia membawa karung berisi makanan dan pakaian untuk diantarkan ke seorang Ibu miskin yang anak-anaknya sedang menangis kelaparan, dan meskipun dia adalah pemimpin yang dikagumi banyak orang, dia memilih untuk memanggulnya sendiri ke Ibu itu. Talking about responsibilities, modesty, and sacrifices. This is it. In the meantime, he-who-must-not-be-named, ahh sudahlah~ kalian bisa baca-baca sendiri. Anggap saja kita sama-sama tahu apa yang kita sama-sama tahu.

Ada juga yang baru-baru ini beredar, postingan terkait MUI yang seperti sedang diperadukan dengan apa yang mereka sebut sebagi Rezim. Well, it’s not as agitating as the previous one, hanya saja, dalam semangat mencari kebenaran hal ini membuat saya bertanya, memang kalo sudah bertahun-tahun berdiri dan dihormati lantas jadi tidak mungkin salah? Kalo sudah bertahun-tahun dihormati, lalu mendadak disoroti belakangan ini, apa lantas yang menyoroti jadi yang salah? Apa tidak mungkin, justru karena baru belakangan ini disoroti, ada hal-hal yang baru dilakukan belakangan ini yang memang menggelisahkan?

Jujur saja, saya seperti kebanyakan dari kalian tidak tahu jawabannya apa, tapi dalam perkara mencari kebenaran, memeberikan pertanyaan yang tepat juga tak kalah pentingnya dengan mendapatkan jawaban yang benar. Bagi saya, ketika ada sorotan seperti ini, yang terbaik dilakukan adalah melakukan refleksi. Bukan malah ujug-ujug menyalahkan yang menyoroti. Toh pada akhirnya kita semua adalah Manusia yang tidak luput dari kesalahan. Ibarat mesin, ketika ada yang janggal dalam proses operasi, bukankah yang terbaik adalah melakukan full diagnostic run




Okay, mari lanjut ke perkara terakhir untuk kali ini. Tentang bagaimana usaha untuk menjalani apa yang diyakini sebagai Syariat, justru malah tampil seakan-akan Islam itu seperti tidak bisa menerima perbedaan. Atau yang dalam Bahasa yang lebih populer disebut sebagai Intoleran. Dalam perspektif saya, bahkan ada beberap tindakan yang bisa terkategori sebagai arogan. Now, semua orang harap tenang dulu. Izinkan saya membahas sedikit perspektif saya ini.

Belum lama ini, saya membaca tulisan tentang pelarangan festival kuliner Babi di kota Semarang. Bagi mereka yang melakukan aksi ini, mereka meyakini bahwa apa yang mereka lakukan adalah usaha menegakkan syariat. Which is fair, karena memang Islam mengharamkan Babi. Tidak lantas juga bisa dibenarkan karena yang menjadi target festival ini adalah non-muslim yang tidak mempercayai bahwa makan Babi itu haram. Di sinilah Muslim yang memang adalah agama mayoritas di Indonesia melakukan tindakan yang bisa dibilang terkategori Arogan. Prinsip yang sama berlaku juga untuk aksi-aksi yang sudah hadir sebelumnya seperti pelarangan atribut natal, pembubaran aktivitas agama, penghancuran patung, dan bagi saya yang terparah adalah penurunan patung Budha.

Patut diingat bahwa perbedaan akan selalu ada dan keberadaannya adalah sesuai dengan kehendak Tuhan, saya tahu bahwa semua aksi yang saya sebutkan tadi dilakukan atas keyakinan pada kebenaran, tapi menjadi tidak benar karena kemudian memaksakan kebenaran tersebut pada pihak lain yang meyakini kebenaran yang lain. Ketika suatu kelompok sudah merasa paling benar, paling baik, dan unggul dibandingkan kaum yang lain, apalagi didukung oleh jumlah yang mayoritas, maka berhati-hatilah terhadap arogansi. Level arogansi seperti ini, bukankah juga sama dengan arogansi yang dipercayai oleh supremacist kulit putih?

Bagi saya, sebagai kaum mayoritas, alih-alih mendiskriminasi yang minoritas, jauh lebih baik jika kita bisa menaungi yang minoritas. Akan lebih baik lagi malah jika melupakan segala perbedaan dan berpegang pada berbagai persamaan seperti sesama orang Indonesia, sesama manusia, sama-sama bekas jajahan belanda, dan yang terpenting, sama-sama makhluk ciptaan Tuhan.

Bagi saya, alih-alih memberangus segala yang berpotensi melemahkan akidah, lebih baik berusaha untuk memperkuat akidah, perbaiki diri sendiri sebaik mungkin, kalo Cuma ngeliat atribut natal atau patung di bunderan udah bisa melemahkan akidah, maka pertanyakanalh kekuatan akidahmu, dan perkuatlah sampe di titik dimana kamu ngeliat atribut natal gak ada pengaruhnya sama seperti kaya kamu ngeliat Avanza. Perkuatlah akidahmu sampe ketika kamu ngelihat perbedaan yang kamu lihat adalah kebesaran Tuhan, kebesaran yang sama yang ciptain pelangi yang terdiri atas 7 warna yang sebenernya semua adalah putih, kebesaran yang sama yang bikin laut diisi sama ikan yang macem-macem bentuk dan warnanya.

Ibarat HP, dulu pas masih monochrome cuma bisa main snake, sekarang warnanya udah sampe jutaan dan kalian bisa pake main plants vs zombies! Isn’t it better? Ibarat ikan, jadilah seperti Hiu yang menaungi ikan-ikan yang lebih kecil dan memberikan perasaan aman pada mereka. Instead of being the bully, be the big brother who protects.




Hypocrite adalah gelisah dengan kasarnya Ahok, tapi mentolerir kasarnya he-who-must-not-be-named , berlaku sebaliknya. Hypocrite adalah gelisah dengan arogansi dan kerasnya those-who-must-not-be-named lewat sweeping-sweepingnya tapi mentolerir arogansi dan kerasnya Ahok lewat penggusurannya, berlaku sebaliknya. Hypocrite adalah, gak terima dengan arogansi pada kaum Muslimin di seluruh dunia yang menjadi Minoritas di negaranya, tapi berlaku arogan pada kaum Minoritas di Indonesia sebagai Muslim yang menjadi Mayoritas. Hypocrite adalah tidak terima semua Muslim dicap teroris dan dimusuhin tapi mencap semua non-Muslim sebagai Kafir dan ngemusuhin.

At last, tulisan ini tidak dibuat untuk menghakimi kelompok manapun, apalagi untuk menghakimi Islam sebagai suatu agama. My love to Islam as my religion is real and may be as much as you who come to aksi 212, only our way of showing it is different. My way is to keep writing things like this, I’m hoping to share the same spirit of love to those who reads this open mindedly. I have a concern, lots and lots of questions, by writing this I’m also hoping to get the answer or simply discussion to enrich, if not straighten things that I believe for now.

My name is Hendro Prasetyo, principal of Artdicted Studio. Here’s the thing guys, as the Majority, instead of showing how powerful we can be, let’s show how affectionate we can be. Daripada pamer kekuatan, lebih baik berbagi kasih sayang. Percayalah, ga ada ruginya, kecuali bertepuk sebelah tangan, kasih sayang niscaya akan berbuah kasih sayang balik. And when it’s not, just believe that it all happens because God wants it so. And believe it, as an act of Love.


Thursday, December 29, 2016

10 Series For Your Healthy Holiday

"Life is a constant search of Happiness."

Orang bilang, Bahagia itu sederhana. Yang orang gak bilang, sederhana itu susah. Orang bilang, kalo kena tai cicak, berarti mau dapet rejeki. Yang orang gak bilang, kalo mau dapet rejeki, harus kerja dulu. Framing. Kaya kemasan serbuk anti panas dalem yang bilang mengandung madu, padahal madunya Cuma seuprit. Gakpapa, yang penting tulisannya gede. Bisa menarik minat, meskipun gatau juga apa untungnya serbuk anti panas dalem pake madu. Manusia gampang banget diarahin. Tapi pinter juga ngarahin. Jadi adil. Hati-hati dengan apa yang terjadi sekarang, dunia udah penuh tipu daya. Jangan sampe kaya laron yang deketin lampu terus kepanasan dan jadi peyek. Jadi orang harus pinter. Biar bisa pilih jamu yang udah keliling dunia kaya indomie. Yaa emang seleraku sih.

2016 keras banget bos. Media sosial diguncang oleh banyaknya orang yang nganu. Semua sibuk bacot tentang toleransi. Saling menghormati dan menghargai perbedaan. Halah jancik! dari ribut perkara warteg buka siang-siang, pernyataan tukang roti, sampe yang baru baru ini ribut bidane sopo. Ngene ko yaa diributin. Negara lain udah ribut meneliti tentang kehidupan di Mars sampe dibikin series, kita ko yaa ngomonginnya toleransi mulu. Basi cuk!

Oya, ngomong-ngomong tentang series, dan menyambut musim liburan bagi yang merayakan, berikut saya infokan 10 series terasoy yang membantu saya melewati kehidupan yang keras dan penuh usaha mencari kebahagiaan ini.


Monggo~~

1. House

House | Sumber


Gregory House, Yoichi Hiruma, ingat, BJ Habibie gatau siapa itu Rhoma Irama. House adalah series yang bersetting di dunia kedokteran. Cerita utamanya yaa tentang House. Dokter edan yang menangani kasus-kasus orang sakit di rumah sakit tempat dia membuat kekacauan. Yang paling menarik dari series ini adalah House itu sendiri. karakter idola saya sejauh ini bahkan jika dibandingkan dengan semua karakter series yang pernah saya tonton yang udah gak kehitung jumlahnya. Nantinya house akan ditemani oleh Wilson sebagai konconya, Cuddy sebagi bos sekaligus love interest, Chase, Foreman, Cameron sebagai anak buah pertamanya, yang masing-masing yaa karakternya penuh intrik dan jadi msg bagi ceritanya. Dan sebagai pelengkap itu semua, akan hadir Thirteen dan Adams yang menyegarkan dan menyehatkan seperti sayuran organic.
House adalah salah satu series pertama saya. Bisa dibilang yang pertama malah. House seperti gerbang yang membuka jalan saya ke kehidupan series yang penuh kebahagiaan. That’s why House is and will always be my number one. (((until it’s not)))


No you're not! | Sumber


Total Seasons : 8
Total Episodes : 177
Running Time/on : + 60 Minutes/FOX
IMDB Rating : 8.8

2. Narcos

Narcos | Sumber


Narcos masuk ke kehidupan saya dengan begitu mudahnya. Semudah series ini engaging bahkan semenjak episode pertamanya. Hal yang bahkan saya gak dapatkan di House. Narcos bercerita tentang perjalanan Pablo Escobar yang bahkan pernah masuk Forbes meskipun semua orang tahu bahwa kekayaannya didapat dari jualan narkoba. Yang mana menjadi menarik, karena sebagian besar yang tersaji di dua season yang sudah berjalan sejauh ini berdasarkan kejadian nyata. Yap! Dan series ini sungguh violent and almost all of these violence are real! Narcos seperti bercerita kepada saya, bahwa suatu ketika, Tuhan pernah bercanda dengan menghadirkan Pablo Escobar ke muka bumi. Manusia yang jahat lahir bathin, tapi sebenernya baik dan semua kejahatannya bisa dibilang baru mulai semenjak keinginannya untuk menjadi presiden dijegal sama politisi yang rasional (dan gak sayang nyawa).

Meskipun baru dua season, Narcos langsung masuk ke list series favorit saya yang kedua dengan mudahnya. Penceritaan yang baik, acting yang luar biasa dan beberapa footage asli membuat saya dengan mudahnya jatuh ke ilusi yang mereka sampaikan. Hal yang sangat saya butuhkan untuk membebaskan diri dari kehidupan nyata yang kadang suka nganu ini.


Gimana? | Sumber


Total Seasons : 2
Total Episodes : 20
Running Time/on : + 60 Minutes/Netflix
IMDB Rating : 8.9

3. Silicon Valley

Silicon Valley | Sumber


Silicon Valey adalah satu-satunya genre pure comedy yang ada di list ini. Itulah kenapa saya memberikan privilege menempatkannya di no.3. Silicon Valley utamanya bercerita tentang sebuah start-up tech company berusaha membuat software dan survive di persaingan silicon valey yang kejam namun mempesona dan penuh harapan seperti Jakarta. Series ini menarik karena kita bisa mengintip sebagian intrik kehidupan pembuat software yang hasilnya udah jadi bagian dari hidup kita yang tinggal pijet-pijet bahagia dengan jempol yang udah kaya jadi satu sama lcd. Meskipun karakter utamanya adalah Richard Hendricks sebagai team leader sekaligus terjenius diantara yang lain, bagi saya yang paling menarik adalah kehadiran Big Head yang gak ada pinter-pinternya, tapi hidupnya justru paling sugih, tenang dan bahagia. Semacam pembuktian, the more you’re stupid the happier you’ll be. Or the opposite.

Big Head | Sumber


Total Seasons : 3
Total Episodes : 30
Running Time/on : + 30 Minutes/HBO
IMDB Rating : 8.5

4. Shameless


Shameless | Sumber


Think you’re life is Fucked Up? Watch Shameless, and you’ll see how fucked up life can be. It’s not like it’s a competition, but if how fucked up life can be adalah semacam kompetisi, maka kehidupan orang-orang di Shameless jelas adalah the real contender. Shameless bercerita tentang keluarga Gallagher. Fiona, Lip, Ian, Debbie, Carl and Liam. Each of them is fucked up in their own way. Fiona is almost like a sex addict, the oldest of ‘em all dan karenanya bisa dibilang emaknya anak anak. Lip is an alcoholic with attachment issues. Ian is a Gay with manic disorder. Debbie is a teen mom, Carl is an arsonist, and Liam… is black. Like black-black. Doesn’t sound like an issue unless for a fact that he’s born in a white family. Masih mikir, ha? Gitu doang? On top of them, Frank Gallagher, the father. A drug addict alcoholic scum bag yang somehow pinter banget dan bahkan bisa jadi representatif both Anti-Gay and Support Gay communities at the same time.  Also on the fucked up list is their come and go mother Hurricane Monica, their neighbor Kev and V, and a bunch of other people in the neighborhood yang kaya… Hello from the other side~~~~

Brain of The Family | Sumber


Total Seasons : 7
Total Episodes : 84
Running Time/on : + 60 Minutes/Showtime
IMDB Rating : 8.7

5. House of Cards

House of Cards | Sumber


Pernah penasaran apa yang sebenarnya terjadi dibalik dunia politik selain yang ditunjukan oleh media berpihak dan orang-orang sotoy di Facebook? Watch House of Cards. Bercerita tentang perjuangan Frank Underwood dan partner sejatinya Claire yang sama-sama gila kekuasaan meniti karir sampe jadi presiden amerika serikat, House of Cards semacam menunjukan ke saya bahwa orang-orang di politik itu bener-bener edan dan gak ada yang mementingkan kepentingan rakyat. Dunia politik udah kaya kontes survival of the fittest sendiri bagi para politikus yang boro-boro mikirin orang lain, buat survive aja udah susah. It’s everyone for themselves. Kalo ada rakyat yang dipeduliin sama para politikus-politikus ini, yaa cuma anak istrinya paling mentok. Diperankan oleh Kevin Spacey sebagi Frank dan Robin Wright yang adalah gadis pujaannya Forest Gump sebagai Claire, House of cards, is smart, intense, deceptive, dark, and honest at the same time. It’s definitely one of the best!

Mine is for Stupidity | Sumber


Total Seasons : 4
Total Episodes : 52
Running Time/on : + 60Minutes/Netflix
IMDB Rating : 9

6. Daredevil

Daredevil | Sumber


Daredevil takes a superhero story to the next level. Kalo sebagian besar penceritaan superhero itu indah, ideal, dan happily ever after, Daredevil justru berpegang pada prinsip sebaliknya. Yap! Yang paling membuat Daredevil menarik adalah kelamnya. Life is Dark. And that’s how it is. Daredevil bahkan gak repot-repot pamer kostum canggih sampe episode terakhir di season pertama. Karena ceritanya udah kuat banget! Berkutat utamanya pada pertarungan utamanya psikologis antara Daredevil dan Kingpin dan kroco-kroco penjahatnya, Daredevil ngebuat series-series superhero yang pernah dan sedang tayang di TV kaya film anak-anak. Apalagi di season dua saat Frank Castel aka The Punisher muncul. A completely other level! Blood and Bruise are things you’ll likely see the most in the series, but in between them, you get to see Deborah Ann Woll melawan kejahatan pake baju kantoran. Segar!

Siji | Sumber


Total Seasons : 2
Total Episodes : 26
Running Time/on : + 60 Minutes/Netfilx
IMDB Rating : 8.8

7. Jessica Jones

Jessica Jones | Sumber


Menyusul kakak kelasnya yang udah berhasil terlebih dahulu, Jessica Jones hadir sebagai personil The Defenders kedua yang dibuatkan seriesnya sendiri. Meskipun judulnya Jessica Jones, bagi saya yang paling menarik justru adalah Killgrave sebagai Villain untuk season pertama ini. Dengan kemampuan membuat orang melakukan apa saja yang diperintahkannya, Killgrave semacam perwujudan fantasi superpower yang senantiasa saya idamkan. Sebagai lawannya, Krysten Ritter hadir sebagai Jessica Jones yang kaya cuma punya satu set baju, celana sama jaket. Yaa orang cakep mah terserah aja.

Hi Hank | Sumber


Total Season : 1
Total Episodes : 13
Running Time/on : + 60 Minutes/Netflix
IMDB Rating : 8.2

8. The Night Of

The Night Of | Sumber


The Night of sebenernya terkategori mini-series. Karena cuma ada satu season bar kui entek. Hal yang sangat disayangkan karena ceritanya bagus. Tapi yaa mending gini timbang dipanjang-panjangin kaya Tukang Bubur Naik Haji yang cuma Tuhan sama kaldu ayamnya aja yang tahu kapan semua ini akan berakhir. The Night of dieperankan oleh Riz Ahmed yang baru-baru ini nerbangin pesawat yang bisa menembus ruang rindu barengan K2SO dan Ip Man. Bercerita tentang sebuah malam pembunuhan yang pelakunya kaya udah jelas, tapi barang bukti pastinya gak ada yang kemudian berlanjut menjadi kisah persidangan yang berepisode-episode. Mirip banget sama ceritanya Jessica. The Night of menarik karena sampe akhir bahkan saya kaya dipermainkan untuk menduga-duga siapa sebenernya pembunuhnya.  Riz Ahmed juga berakting dengan baik sebagai Naz yang tadinya anak cupu sampe jadi anak buah bos di LP yang punya tato mahkota di leher.

Real Men | Sumber


Total Season : 1
Total Episodes : 8
Running Time/on : + 60 Minutes/HBO
IMDB Rating : 8.7

9. Fargo (Season 1)

Fargo | Sumber


Fargo adalah series tapi mini series. Makanya, khusus yang saya bahas ini yang season 1 yang pemeran utamanya adalah Martin Freeman aka The Hobbit, Wattson, dan Bapak-Bapak di Civil War yang gak penting. Ceritanya tentang transformasi Lester Nygaard yang diperankan oleh Mas Martin yang aslinya tukang jual asuransi jadi bocah edan yang deceptive, ambisius, dan edan gara-gara dipengaruhin Lorne Malvo yang diperankan dengan baik oleh Billy Bob Thornton yang emang tukang bunuhin orang. Pokonya edan. Tapi seru. Yaa edan sih tapi.

Om Bob | Sumber


Total Season : 1 tapi 2
Total Episodes : 10
Running Time/on : + 60 Minutes/FX
IMDB Rating : 9

10. Hannibal

Hannibal | Sumber


Mads Mikkelsen udah kaya ahlinya kalo soal Death-Death-an. Baru-baru ini kita tahu kalo dia ternyata otak dibalik hadirnya Death Star di kehidupan intrik keluarga antar galaksi. Di Hannibal Series, dia jadi Hannibal yang jago banget masak dan membuat karya seni berbahan dasar orang mati. Meskipun tahu kalo itu berbahan dasar orang mati, masakan Hannibal selalu terlihat menggugah selera dan project-projectnya selalu tampil menawan dan luar biasa. A true master of Death he really is. Dia juga punya Death Note. Cuma beda sama punyanya Ryuk, punyanya si Hannibal isinya kumpulan kartu nama yang dibaliknya ada resep makanan mewah lengkap dengan organ apa yang harus diambil buat dijadiin bahannya. Hannibal ini series yang susah banget diikutin sebenernya kalo perkara cerita. Makanya saya kalo nonton sebenernya kaya ngalir aja. 11-12 sama kewajiban 5 waktu saya. Keduanya saya harap bisa berubah menjadi lebih berisi dan bermakna. Benar-benar seperti komunikasi dua arah, meskipun sebenernya satu arah. Yak opo ki malah!

Hannibal hadir dengan cinematografi yang ciamik, artistic edan dan sesuka hati tepuk tangan. Perkara art direction gausah ditanya lagi. 1250 – 0.125 kalo dibandingin sama sinetron Indonesia yang masih gambar jenggot pake spidol papan tulis sekolahan. Secara acting, Mads Mikkelsen juga ditemani oleh Hugh Dancy sebagai Will Graham yang adalah rivalnya dalam keedanan, juga ada Laurence Fisburne sebagai bos preman dan Caroline Dhavernas sebagai Dr. Alana Bloom yang terlalu indah untuk dilupakan.

:( | Sumber


Total Seasons : 3
Total Episodes : 39
Running Time/on : + 60 Minutes/NBC
IMDB Rating : 8.6

Hannibal adalah penutup dari list yang saya buat tak kurang dari 5 halaman MS.Word selama 3 Jam ++ ini. And I know most of you will think like “What???!! Is that it?! No!!!!!!! We Want Moree…!!!!” and the other most will be like “Where’s Game of Thrones and shit??”

Well, to answer that, saya sengaja gak memasukan series-series wajib kaya Game of Thrones, Sherlock, Breaking Bad, dan Friends sebagai the mother of sit com series. Alasannya yaa sederhana aja, mereka terlalu obvious watch list sampe kaya kalo kalian belum tonton tuh kaya.. Hello From The Other Side~~~~~~

Dan buat kalian yang masih merasa kurang, berikut saya kasih beberapa series yang nyaman untuk ditonton tapi kurang asoy buat make it to the list. The obvious one will be How I Met Your Mother, dan The Big Bang Theory yang mewakili divisi komedi. Ada juga The Walking Dead yang musuhnya selalu bukan Zombie, aka Walkers, aka Geek, aka non Zombie name lainnya. Untuk kategori mini series ada The Night Manager yang diperankan oleh Tom Hiddleston aka Loki yang tahun depan mau berantem lawan kingkong dan lagi dideketin baut nerusin Daniel Craig jadi 007 berikutnya. Ada juga Hugh Laurie yang jadi alesan semula saya nonton series ini yang kemudian juga hadir di series terbarunya Chance yang layak rekomendasi. Billions, Suits dan Scorpion buat yang mau senam otak. Dimarathoni Masters of Sex, Master of None, The Knick, Orange is The New Black, dan yang terbaru sekaligus penutup dari tulisan yang udah jadi 6 halaman ini, Stranger Things.

So what are you waiting for? Stop Reading! Drop your phone and leave the social media because no good will come of it anyway since it has become the source of unhappiness these days. Run to Luxury or Prima Net if you’re in Jogja, Go to your office if you’re somewhere else. Because what good is office internet if you can’t download series and latest films from it right?

Well, why are you guys still reading? Enjoy the list and top it if you can. Bet you can’t! cause this list is made by me. Hendro Prasetyo, Principal of Artdicted Studio!

Enjoy Holidays folks!