Showing posts with label Me. Show all posts
Showing posts with label Me. Show all posts

Monday, November 4, 2013

Mas Hendro Mau Kemana ?




First of all, let me say that this post is nothing about how desperate I am for some junior to ask me “mas hendro mau kemana ?” . trust me, if I someday in the future I make that kind of post, I might as well be dead at the moment.

About my future is what it is.

f the question being asked is “ Mas Hendro mau kemana ? ” then if it goes to what I want then the answer is perfectly clear. Artdicted Studio. My genius-precious-handsome creative studio. That’s where I want to go. That’s what I want to do. That’s the future I choose to have.

But then, it’s just what I want. And I can’t possibly living just under the term of what I want. There are thousands of factors that need to be added. Factors that make me feel that it’s not currently possible to do as I want.

So then I asked again to myself, “ Mas Hendro mau kemana ? “

Yeah, being graduated is never mean you have what it takes to face the real world. The cruel world where most of people think about themselves. The cruel world where dreams are killed and Passions are prohibited. The cruel world, where you mostly can’t get what you want.

Being graduated to me means, I’m in trouble !
I can no longer live freely as I want. I can no longer just live under my parents funding. I have responsibilities now. And it’s not just to study. Now, I have to make my own living but I also need to pursue my dreams. You see ? I’m using the word “But”, that means those two choices happen to be on a different paths. So then it leaves me with questions,

Mas Hendro Mau Kemana ?
Being with Artdicted Studio is the path for me to pursue my dreams. But as of the moments, Artdicted Studio has not grown enough to help me make my own living. As to make my own living, I need to work somewhere else, which means I have to leave my dreams for quite a long time and possibly forever if then I’m stuck with my Job or with the situations where I’m no longer the only one to be taken care of, because there is also my family.

See how complicated that last sentence is ? That’s nothing compared to the situations in my head.

I always hated people who live only to make a living. You know, stuck with their Job, waking up at 5 AM to prepare themselves for their lame Job they hated but have to do for eight to nine hours before they can get home at 5 PM and stuck in the same traffic and chaos as they already had in the morning when they go to work, everyday. Well now, I’m faced with the same possibilities, and I’m afraid I will fall for it.

People afraid of snakes, dark, or ghosts, and I’m afraid of being Corporate Junkie.

I want to be able to live as I want everyday and make a living from it. I want to be able to wake up at different time everyday, making film or music when it pleases me, design some stuffs, posters or buildings as I believe is good. Go to Venice, Raja Ampat, Gobi Desert or God knows where when I’m bored with all of my works.  I want to help people who are marginalized , I want to help those kids I see asking for moneys at the crossroads everyday, I want to make this world better, Influence people with messages I send trough my works. But most of all, I want to always be me. I want to wake up every morning and still remember what I want. To still remember what I am and who I am, every time I look myself at the mirror.

If there is a way to have everything as I mentioned, That will be the answer of, Mas Hendro Mau Kemana ?



Saturday, June 29, 2013

Partner Required


Kita hidup di Negara dimana kita ga tau siapa yang bisa dipercaya.
Yang mana yang benar, dan yang mana yang salah.
Semua fakta penting disembunyikan katanya demi untuk menjaga kestabilan Negara.
Semua orang bicara bisik-bisik atau bicara di belakang  katanya demi untuk menjaga perasaan orang lain.
Dua kenyataan yang cuma ngebuktiin kalo kita itu pengecut.
Kenapa ?
Karena kita ga berani mengungkapkan kebenaran, betapapun pentingnya itu.


The hell did I just say !?
Pft.

Okay. So I need partners.  Or maybe a partner. I don’t know, but maybe for someone like me wishing for partners, is just too much. Why ? because I’m this kind of person who seriously looks for partners this way.





But that’s just what I am. People should’ve understood that I’m genius and hell creative, so I just let people know other good points of me. This is important, because the only chance people can have an awesome long lasting partnership with me, is only by knowing, accepting, and appreciating all those parts of me.

And though I’ve mentioned there that I’m naïve, I’m just not naïve enough to believe that many people really can live with all that. But I believe, there are plenty, two-three, or even one, who can really live with all that good sides of mine. I don’t care how many, and I don’t care how they deal to live with that, as long as they really sincerely can, then it’ll be awesomely perfect for my purpose.

So ! if you are that person. That you know what kind of person,  (please) be my partner. And help me develope and realizing my ideas. Help me manage my studio. Help me find some projects to do. Help me in fund my project expenses. Help me, to be me, without all that part of me (yeah like that’ll happen).

 And I’ll help you for the same. Or more.

Fiuh~

Well asking that much was really hard for me.

Okay ! jadi apa hubungannya sama prolog tadi ?

Jadi begini. Selama ini, saya selalu berpikir bahwa saya bisa ngelakuin semua hal sendiri. Dan itu benar. Haha. Tapi, saya yakin, kalo ada yang bantu saya selama ini, pasti banyak ide-ide saya yang bisa terealisasi lebih baik. Dan ga akan ada ide yang terus menerus tertunda karena saya ga punya resources yang cukup buat merealisasikannya.

Di sisi lain, manusia itu benar-benar ga bisa diandalkan. Pertama, karena pada akhirnya semua orang akan mikirin dirinya sendiri-sendiri. Kedua, karena mereka akan dengan mudahnya ­bail-out.

Yap ! manusia itu ga bisa dipegang janjinya, susah diajak komitmen, apalagi kalo mereka ngerasa nothing to lose. Itulah kenapa diciptakan yang namanya kontrak. Untuk mengikat satu sama lain supaya ga seenaknya dating dan pergi.

Tapi saya sebagai manusia naïf, saya gamau tuh melandasi kerja sama diatas kontrak. Karena itu sedikit banyak cenderung membentuk keterpakasaan. Dan ga ada kerja yang baik dibentuk dari keterpaksaan. Yang saya inginkan adalah, pure beberapa orang dengan tujuan sama, berkomitmen untuk berkolaborasi untuk mengejar tujuan itu.

Yahh, namanya juga naïf.

Lantas beberapa hari ini saya mulai berpikir, apa bener bisa selamanya sendiri ? sekarang aja kenyataannya ide-ide yang udah terlanjur jamuran di kepala udah numpuk ga karuan. Dan setelah dipikir-pikir, saya harus mengakui bahwa betapapun jeniusnya saya, saya tetep butuh orang lain buat nge-garap ide-ide ini.

Ibaratnya gini. Sekuat-kuatnya kartu As, dia tetep butuh kartu Jack buat jadi Black Jack dan menang.

Yahh begitulah kira-kira.

Anyway, saya kemudian consult ke salah dua panutan hidup saya. Gregory House dan Yoichi Hiruma. House misalnya, sebagai seorang diagnostician paling jenius di dunia, tetep butuh thirteen, cameron, adams, dan yang lain buat brainstorming diagnosa sebelum akhirnya bisa nyelametin hidup orang. Banyak orang.  

Dan hiruma. Apalah hiruma sebelum ketemu kurita. Cuma anak jenius yang kerjaannya judi sama tentara amerika. Padahal buat dia itu sama sekali bukan judi karena dia udah tau semua kemungkinannya. Tapi setelah ketemu kurita, dia mulai punya tujuan, American football. Setelah ketemu Musashi, punya target. Christmas Bowl. Dan akhirnya ketemu sena dan semua temen-temen Deimon buat ngejadiin target itu possible. Plus mamori dalam hidupnya, dan semua sempurna.

Baru kemudian saya berpikir, saya bener-bener butuh partner. Partner yang mau sama-sama ngejar mimpi bareng saya. Dari target-target kecil kaya kompetisi, atau bahkan sekedar merealisasikan ide-ide yang melintas di kepala.

Lalu saya berpikir, partner seperti apa yang saya butuhkan ? sederhana. Partner yang bisa hidup dengan saya. Karena saya yakin, manusia yang bisa hidup dengan saya pastilah manusia yang highly committed. Dan itu cukup.


*tetep ga nyambung sih sama porolognya

Thursday, January 3, 2013

Bermula di Tiga Belas

Menjadi orang baik, ga kerasa udah setahun semenjak menjadikan itu sebagai resolusi tahun lalu. Sebuah resolusi yang kemudian membuat saya bertanya, "was I that bad to have that kind of resolution ?" Lucu rasanya kalo ngelihat masa lalu, mempertanyakan segala pilihan hidup dan pemikiran saat itu.

2010 berganti 2011 dengan sebuah keinginan untuk terlepas dari segala kesialan.
2011 berganti 2012 dengan sebuah tekad untuk menjadi orang baik.
2013 ?

Sebelum sampai kesana, mungkin lebih baik untuk mereview dulu apa yang sebelumnya terjadi di 2012.


Berawal dari #foreveralone(newyear)party, yang berlanjut dengan #foreveraloneinternship, awal tahun 2012 kemudian diakhiri dengan sebuah perjalanan super Awesome berlabel #foreveralonejourney. Sebuah perjalanan Jogja - Malang yang dihiasi wacana ke Bali dan satu malam tersesat di Surabaya. Perjalanan yang merupakan salah satu bab paling Awesome dalam hidup saya, yang saya jalani sendiri. Benar-benar sendiri.


Tema Besar WEX 2012

Vertidial House / Project Kelompok Saya

Respon Masyarakat

The Awesome Team

Lepas dari perjalanan paling awesome sejauh ini, hidup kemudian berlanjut dengan kesibukan Wiswakharman Expo 2012, dan Paska KKA. Project pameran arsitektur super Awesome yang menjadi penutup epic untuk kerja bersama sebagai satu angkatan.




Sempat merasa hampa paska kesibukan WEX yang berakhir begitu saja setelah sekitar 3 bulan sebelumnya mengisi hari-hari, studio tematik yang sudah dicampakan selama itu, kemudian menuntut untuk diselesaikan. Dan lahirlah sebuah International Research Plaza yang lebih cocok disebut Intergalcatic Research Plaza ini.

The Barely Awesome Team

Lepas dari kesibukan studio, Kuliah Kerja Nyata yang sudah mengantri di antrian kesibukan berikutnya kemudian mengisi 40 hari yang juga merupakan Bab paling Awesome dalam hidup. Berlokasi di Desa Kulur Ilir, Pulau Martabak (Bangka) , liburan dan bulan ramadhan diisi dengan program utama berupa Perancangan Masterplan Pantai Kulur Ilir, Perancangan Masjid Setempat, dan Pembangunan Shelter untuk berisitirahat menikmati suasana dan panorama pantai kulr ilir, yang setiap prosesnya merupakan pengalaman baru yang Awesome bagi saya.

The Masterplan

The Bungalow

The Construction Process

The Main Structure

The Built Main Structure

Ini shelternya yang baru kebangun sampe struktur utamanya. Buat jadi seperti ini, ada beberapa proses berikutnya yang bener-bener baru dan seru buat saya. Misalnya, untuk dapetin kayunya, kami harus masuk ke Hutan dan menebang sendiri, setelah itu harus dikulitin, baru bisa dirangkai, dan terkahir dicat.


The Local Mosque Project

Sebagai satu-satunya mahasiswa arsitektur disana, saya diminta tolong sama warga setempat buat ngedesain masjid yang emang udah direncanain buat di renovasi. Dan sekarang masjid ini lagi dalam tahap pembangunan.





Status sebagai mahasiswa tingkat akhir ga lantas ngebuat saya jadi sibuk kuliah. Project Jacket kerjasama sama Mr.Io ini malah lebih banyak menyita pikiran selain tugas studio terakhir. Hasilnya memuaskan, dan sebagian dari itu, terus dipake buat jadi modal membangun karir.

Setelah itu ada dua project film, satu clip singkat, studio terakhir, dan di penghujung tahun ada kompetisi dari semagatberbisnis.com yang bicara banyak mengenai membangun karir di usia muda.






Nahh, bicara mengenai membangun karir, 2012 terasa berakhir begitu cepat karena tahun ini bisa dibilang sangat produktif. Selalu ada project seru yang mengantri untuk diselesaikan. Dari situ saya sadar kalo begitulah hidup yang ideal menurut saya. Melompat dari satu project ke project lain, yang kesemuanya merupakan passion saya.

2013 adalah tahun penting bagi artdicted studio. Studio artchitecture milik saya. Web sedang dalam proses pembangunan, sitkom sudah diwacanakan, beberapa kompetisi sudah mengantri untuk diselesaikan. Dan Skripsi ! harus segera diselesaikan. 

Tahun ini, di tahun yang memiliki angka 13 yang diyakini sebgian orang sebagi angka sial, di tahun dimana isu kiamat tidak lagi membayang-banyangi, saya Hendro Prasetyo, Principle of Artdicted Studio, menekadkan diri, untuk membangun karir dibawah bendera Artdicted Studio. Wish Me Luck !


Thursday, December 20, 2012

Studio Terakhir


" It's Funny how Three and a Half Year seems so fast while An Hour and a Half in Structure and Construction class feels like forever "

Studio Terakhir. 7 semester, 13 Tugas Desain, dan entah berapa tugas maket komposisi. Lagi - lagi dari mahasiswa culun yang seminggu dua kali dateng ke studio sambil wondering mau ngapain dengan apa lagi hari ini, sampe ke mahasiswa senior yang datengnya lebih ga tentu dibandingin dosen pembimbingnya. Dari plastisin, karton studio, stik es krim, tusuk gigi, tusuk sate, ivory, sampe stocking udah dicobain. Dan kemarin, 19 desember, dua hari sebelum hari yang diisukan sebagai hari akhir, buat saya dan sebagian besar teman seangkatan, resmi berakhir juga studio terakhir.

Rumah Sakit Jiwa, sekitar 5 bulan lalu, rasanya lumayan excited ketika bisa nulisin nama di daftar peserta studio tematik dua dengan tema ini. Proses yang lumayan panjang dan literary menyakitkan hati sampe akhirnya kemarin di "Display" sama si Boss untuk terakhir kalinya dan dibilang Lumayan.

"Kemajuanmu wes lumayan" - Si Boss


Poster Display Perdana
Ga kebaca ? Klik biar GEDE

Remember the Junkie post titled JUNK! ? Well this is one hell of a process. Ini gambar-gambar pertama yang disiapin buat display pedana sama si Boss. ga banyak mikir, asal bikin, yang penting keliatan keren. Hasilnya ? Diejek dan dibantai sama si boss.






" seko gambar-gambar kui, sing endi sing menurutmu paling apik ? " 

tanya si Boss ke temen-temen yang dijawab dengan diam, dan akhirnya beliau jawab sendiri, "sing kui-kui iki toh ? " sambil menunjuk empat gambar diatas.

yang kemudian dialanjutkan dengan mengejek 5 gambar dibawah. gambar-gambar yang  sebenernya dibikin buat meng-impres si Boss, yang sayangnya dibuat tanpa pikir panjang.


Interaction Court

Mbuh

Psychiatry

Commercial Area

Amphitheatre

Belajar dari kesalahan pertama, desain yang kedua dibuat dengan lebih banyak pertimbangan. Lebih mikir, terutama secara funsgi dan proporsi bangunan. Well, di desain yang perdana saya secara luar biasa bodoh membuat bangunan dengan panjang sekitar 100 meter. What a Tool... 


Revised Psychiatry

Employees Dormnitory

Aerial View 

Drug Rehabilitation Center

Niatnya lebih mikir, hasilnya ? diejek lebih parah sama si Boss. Desain rehab centernya bahkan dibilang kaya DAM, atau dalam bahasa lain biasa disebut bendungan. Desain yang lebih dipikir ini, nyatanya dibilang kalah menarik sama desain yang pertama, walaupun si Boss menekankan pada fungsi desain pertama yang mbuh nggo ngopo.


Poster Display Ketiga/Semacam Final
Ga kebaca? Klik biar GEDE

Resminya ini poster buat Display kedua yang diselenggarain bareng satu studio. Tapi khusus buat kelompok si Boss, bisa dibilang ini poster buat display akhir. Kami bahkan udah diminta buat maket. Sesuai saran si Boss, saya membuang desain kedua dan mepertimbangkan kembali desain pertama. Tapi karena saya bingung dengan status mbuh nggo ngopo, saya memutuskan buat ngedesain dari awal lagi, dengan sedikit mepresedenkan desain pertama. Hasilnya ? setelah beberapa kali kecewa, dan sakit hati plus sedikit merasa perlakuan tidak adil, akhirnya untuk desain yang satu ini, si boss bilang,

" Lhoo ko Apik ? , Nggon-mu ? " sambil menunjuk ke maket dan lalu ke saya, kemudian setelah satau anggukan lemah dari saya, beliau mengakhiri kalimatnya hanya dengan mengangkat jempol .

Puas rasanya kalo kerja keras kita diapresiasi sama orang lain. 

Aerial Kawasan

Aerial Kawasan

Display ketiga sama si Boss emang hasilnya memuaskan, tapi berikutnya, begitu di display di hari yang sama, sama dosen pengujinya, saya, atau lebih tepatnya kami mati kutu. Yaa, saya dan teman-teman dibantai dengan pertanyaan seputar standard dan analisis mendalam yang sama sekali ga pernah disinggung sama si Boss.


Sport Hall

Education Center Tower

Mosque

Another revision of Psychiatry

Kaya yang udah dibilang sebelumnya, display ketiga secara produk sebenernya udah mencapai level display final, jadi untuk display final yang sesungguhnya, saya cuma nambah beberapa detail 3D aja. Ga penting emang.

Display sama dosen penguji terakhir juga kelompok kami lagi-lagi dibantai sama dosen penguji. Dan entah harus dibilang beruntung atau sial, saya dapet giliran sebelum terakhir. Ngeliat satu demi satu teman saya dibantai sampe speechless dan bisanya cuma cengar-cengir panik berharap semua segera berakhir, saya untuk pertama kalinya ngerasa takut di Display. Untungnya, dengan giliran terakhir, saya bisa belajar dari teman-teman saya, dan menjelaskan konsep saya secara runtun. Dan si dosen penguji hanya mengiyakan sampe akhirnya presentasi saya dipotong di  seperempat jalan. Minus pembantaian yang terjadi sama teman-teman saya. 

Pikiran saya pun mendua antara berpikir si dosen mikir "okay, this one is good" sama "okay, i've heard enough of your crap!" , dan setelah display terakhir yang terjadi secara singkat dan wusshhh~ pada teman saya, si dosen mengumpulkan kami semua untuk final review. Di awal beliau mengucapkan kekecewaannya pada kelompok kami atas minimnya analisis kami dan lemahnya konsep beberapa di antara kami. Tapi kemudian, beliau mengungkapkan bahwa beliau lumayan happy dengan One Stop Psychological milik saya, karena terlepas dari Eksterior bangunan yang beliau ga sepaham, konsep yang saya sangat jelas, dan terarah secara baik sampe ke desain saya. Dan ada satu lagi miliki mba senior yang juga beliau puji karena juga memiliki kejelasan konsep dan integrasi fungsi bangunan dalam kawasan tersebut. 

Versi si Dosen penguji, desain saya memang yang paling jelas. Tapi versi si Boss, Juaranya tetap si konsisten-selalu-mendapat-bulat-dari-si-Boss, dan saya, cuma ada di level Lumayan. Baik secara desain, ataupun Progress. 

Berakhir Begitu Saja. Setiap habis display, itu yang selalu ada di kepala saya. Semua usaha untuk ngelembur kerja keras mendesain, meproduksi, melayout, dan memaket, kemudian berakhir begitu saja. Proses, dan penghakiman, 7 semester, 13 Desain, Puluhan Ide, Ratusan lembar sketsa dan konsep serta jam kerja, 19 Desember, resmi Berakhir Begitu Saja.

* Si Boss adalah Dosen Pembimbing saya, seorang yang literary Boss dengan omset perusahaan diatas 5 miliar per-tahun

Saturday, December 8, 2012

Menentukan Arah


Mahasiswa tingkat akhir. Ga kerasa udah hampir 4 tahun sejak pertama kali jadi mahasiswa baru yang botak dan culun. Dulu, di kuliah perdana, saya inget banget ada semacam pre-caution dari dosen tamu saat itu yang bilang bahwa seiring sama naik tingkatnya mahasiswa arsitektur, akan semakin terdegradasi juga mahasiswa yang bertahan dengan cita-citanya sebagai arsitek.

And it's true.

Dulu, di kuliah itu ketika ditanya siapa yang mau jadi arsitek, hampir semua , atau bahkan semua orang diruangan itu angkat tangan dengan penuh semangat dan keyakinan. Sambil mungkin di kepalanya akan muncul sedikit kesombongan dan ego yang ngeremehin statement si dosen tamu. Tapi sekarang, si dosen itu pasti bisa dengan sombongnya berkata. "Gue Bilang juga apa..." hahaha!

Menentukan arah, mungkin itu yang paling sering berputar-putar di kepala saya dan teman-teman se-angkatan saat ini. Mau ngapain , mau kemana, mau jadi apa setelah lulus nanti ? Saya emang baru denger dari beberapa temen yang secara kecewa menyatakan menyerah pada cita-cita arsiteknya.  Tapi kalo ngeliat dari kondisi perkuliahan sehari-hari, studio yang hampir selalu kosong, mahasiswa - mahasiswa yang Cuma ada naamanya di presensi, kenyataan bahwa banyak yang sudah menyerah ga bisa dipungkiri lagi.

Merubah arah mungkin lebih tepatnya. Dari dosen sampe jadi girlband, atau sekedar menjadi ibu rumah tangga dengan gelar ST, keinginan untuk jadi arsitek mulai digeser berbagai pilihan.

Buat saya sendiri, jadi Arsitek masih merupakan cita-cita yang harus dikejar. Tapi.....

Entah karena salah passion atau emang dasarnya suka seenaknya, saya merasa hidup saya lebih nyaman dan menyenangkan ketika hari-hari saya diisi sama project yang beda-beda dan betapapun itu menyita waktu dan pikiran, saya tetep ngerasa excited buat ngejalaninnya. Dan tugas kuliah saya sebagai mahasiswa arsitektur nyatanya ga membuat saya lebih excited dibanding bikin film, bermusik, berfotografi, jadi graphic designer, sampe bikin web cuma bermodal cd tutorial dan keberaninan buat ngawur coba-coba.

Yaa, hal-hal itu yang malah menjadi fokus saya diatas skripsi/pra TA, studio, dan kuliah ga seru saya. Dan itulah yang akhirnya mengisi hari-hari saya. Dan membuat saya ngerasa lebih hidup. At least when i was really into it, or them.

Well, since I've mentioned them already, You might as well have a chance to enjoy them. And here they are.


Let's begin from this so called conceptual photography of my class. Konsepnya sederhana, foto hitam putih, masing-masing orang berekspresi dan ngebawa property sesuai karakter masing-masing. Sesuai dengan stigma yang muncul dari keseharian mereka di mata temen-temen lain. Walaupun saya sempet lumayan murka karena banyak dari mereka yang ngebuat saya ngerasa ga dihargai padahal udah mau repot-repot nyiapin buat sesi foto mereka, hasilnya, sangat memuaskan. 66 dari 96 mahasiswa di angkatan saya berhasil saya foto. Dan 80% diantaranya, buat saya sangat berhasil secara konsep dan outputnya.








Lanjut ke web design. Ini project sebenernya udah jadi project lamis dari entah kapan yang akhirnya berhasil saya mulai juga. Saya buatnya pake template Joomla, terus di modifikasi dikit bermodalkan ke-sok tahuan yang untungnya berhasil. Secara Offline ! Dari masalah paling simple kaya gimana caranya biar align tulisannya justified,  cara masukin gambar dan ngeposisiin. Sampe yang lumayan bikin stress adalah gimana caranya masukin video. Semua masalah akhirnya berhasil diselesain dengan trial and error. Tapi lagi-lagi, secara offline!


Home Page Versi Localhost

Halaman Architecture Veris Localhost

Halaman Film & Photo Versi Localhost


Halaman Graphic Design versi Localhost


Halaman Music versi Localhost


Domain udah kebeli, yang bahkan buat belinya harus bermasalah dulu. Begitu web-nya diupload ternyata malah muncul tulisan web-offline. Dan dengan dibantu sama mas-mas admin dari dijaminmurah.com, akhirnya webnya bisa online. Tapi blog sectionnya error. Dan itu masalah scripting yang saya ga ngeti parah. Akhirnya minta bantuan kesana-sini dan sampe sekarang masih belum jelas nasibnya. Fiuhhh~ . Padahal ini web rencananya mau jadi modal buat membangun karir. Tapi malah ga beres-beres sampe sekarang.

Trouble #1 : Web Offline !

Trouble #2 : Blog Section Error

Kondisi Terakhir : DAMN!!

Terakhir, ini project favorit saya selama entah setelah berapa lama. Hasilnya emang belum 100% sesuai bayangan saya, tapi prosesnya dan beberapa hal lain yang didapetin dari proses pembuatan film ini, buat saya sangat menarik, atau bahkan menyenangkan, atau diantaranya.  Okay, jadi ini film fiksi pendek pertama yang saya buat dibawah bendera artdicted films. Studio film punya saya sendiri. Dibantu olga elisa utomo buat nulis scriptnya, dan temen-temen dari angkatan 2011 yang namanya bisa kalian cek di credit, film ini akhirnya selesai dengan judul cakrawala dan telah dikirm ke jakarta buat ikut kompetisi 21 short film festival. 


Dari keputus-asaan shooting pertama dengan pemeran yang actingnya sekualitas si Bolang, percobaan tukar menukar peran, sampe muncul keputusan putus asa buat meranin sendiri, akhirnya film ini menemui titik cerah saat Hafizahmuslim Supriharjo a.k.a Jojon kebetulan ada pas sebelum shooting pertama. Dan dengan casting dadakan, dia berhasil mendapatkan perannya dan menyelamatakan saya dari harus main di film sendiri secara putus asa. 

Dibantu actingnya Jojon yang lumayan mumpuni, Wachyu Nugraha yang tadinya didaulat buat meranin peran yang akhrinya dimainin Jojon mulai berkembang dari acting si Bolang ke acting Panji sang penakluk. Dan terus berkembang sampe ke level yang cukup. Akhirnya, dengan Dissa Pidanti Raras sebagai aktrisnya, terbentuk komposisi yang ngebawa level film ini naik ke level yang lebih baik.

Kaya yang udah saya bilang tadi, selain filmnya saya dapet beberapa hal lain dari film ini. Salah stu diantaranya adalah pemikiran bahwa mungkin arsitektur bukan satu-satunya jalan yang harus saya kejar. Rencana mau cuti kuliah selama satau tahun kedepan yang udah dibangun dari 2 tahun lalu mulai tergeser sama keinginan buat stay di Jogja, dan membangun karir disini. Paling ga bikin 2 sampe 3 film lagi, bukan semata buat kompetisi tapi lebih untuk menghidupi hidup. Bikin sitkom angkatan yang udah jadi wacana selama setahun belakngan. Nyelesain web buat jadi basis ngenalin artdicted studio ke dunia, dan dapetin project-project baru. Sambil sedikit-sedikti nyicil skripsi yang gatau bisa selesai atau ga semester ini. Apalagi kalo ngeliat kenyataan bahwa dari 5 permohonan magang yang udah dikirim belum ada satupun yang dapet respon baik. Film ini mengetuk hati saya buat stay di Jogja.  Atau mungkin hal lain ?

Selain tiga hal itu, ada juga beberapa project-project kecil pengisi hidup lainnya. Dan inilah mereka.

Cartoon Face of KKN Team Mates


After effect Training, Pre-Display Clones

Topi Kritik Arsitektur
Poster Layout by : Hanief Wicaksana

Photograph of Angela Rinta

Udah lama rasanya ga buat tulisan random sepanjang ini. Sama kaya seiring naik tingkat semakin terpikir buat ga jadi arsitek, Semakin menuju akhir tulisan ini semakin saya berpikir kesana.

Architect, Artworker, and Creative Consultant. Those are what i want to be. Still never know which one is the most. But one thing is for sure. When the day i have left this life to another eternal one, or in simple word, when i am dead. I wanted the world to remember me, Hendro Prasetyo, as an Architect, Artworker, and A Creative Consultant who has done lots of works that makes this world and its people Better than now.